• banner gratifikasi.png
  • Maklumat Pelayanan.jpg
  • slide_awas.png
  • web banner 2019.png

       

Pilihan Bahasa

Cari Berita

Foto Hakim

  • 01.jpg
  • 3.muhlis.jpg
  • 04.jpg
  • 05.jpg

Foto Pegawai

  • 1.jpg
  • 2.jpg
  • 3.jpg
  • 4.jpg
  • 5.jpg
  • 8.jpg
  • 9.jpg
  • 10.jpg
  • 11.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg
  • 19.jpg
  • 20.jpg
  • 21.jpg
  • 22.jpg
  • yudhi septiandy s.jpg

Website Polling

Pendapat anda tentang web site PA Bengkayang ini
 

Bantuan Online

Statistik Pengunjung

TodayToday122
YesterdayYesterday186
This WeekThis Week668
This MonthThis Month4190
All DaysAll Days696796
UNITED STATES
US

Link Website Lain

PTA Pontianak
PA Pontianak
PA Mempawah
PA Sambas
PA Sanggau
PA Sintang
PA Putussibau
PA Ketapang

Tautan Eksternal

MARI
litbang
sms
badilag
Info Perkara Badilag
JDIH
Direktori Putusan
Sikep
Portal Tabayun
Pemkot Singkawang

Panitera/Sekretaris PTA Pontianak Muchammad Jusuf, SH. saat membahas mengenai Pelayanan Publik dan Meja Informasi

 

 

Singkawang | pa-bengkayang.go.id


Menindak lanjuti surat edaran Dirjen Badilag No. 2510/DjA.1/HK.00/VIII/2011 mengenai Penilaian Pelayanan Publik dan Meja Informasi, Tim Penilai PTA Pontianak meninjau hal tersebut di Pengadilan Agama Bengkayang. Tim Penilai yang terdiri dari Panitera/Sekretaris PTA Pontianak Muchammad Jusuf, SH dan Staf IT PTA Pontianak Roni Kurniawan, S.Kom ini akan menilai penerapan pelayanan publik dan meja informasi di Pengadilan Agama Bengkayang.


 

Ada beberapa komponen yang menjadi kriteria penilaian, yaitu :

  1. Tata Ruang Pengadilan
  2. Maklumat dan Standar Pelayanan
  3. Pengaduan
  4. Pengelolaan dan Layanan Meja Informasi
  5. Kualitas Petugas Meja Informasi
  6. Fasilitas Meja Informasi
  7. Pelaporan Meja Informasi


 

Meja Informasi Pengadilan Agama Bengkayang

 

 

"Dengan kondisi kantor yang masih dalam tahap pembangunan seperti saat ini, pelayanan terhadap masyarakat tetap harus dilaksanakan dengan maksimal, minimal informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat dapat dipenuhi", sanggah Panitera/Sekretaris PTA Pontianak saat menyampaikan pembinaan kepada seluruh hakim dan pegawai PA Bengkayang mengenai pelayanan publik dan meja informasi kepada masyarakat.

 

Selain membahas mengenai pelayanan publik dan meja informasi, beliau juga menekankan pentingnya pemanfaatan website sebagai media penyampaian informasi kepada masyarakat baik yang berkaitan dengan perkara hukum maupun informasi umum. Harapan beliau saat berdialog dihadapan hakim dan pegawai PA Bengkayang ialah masyarakat puas terhadap pelayanan yang diberikan kepada mereka sehingga penilaian terhadap kinerja aparat peradilan agama baik di mata masyarakat.

 

Dari hasil penilaian yang dilakukan, pelayanan publik dan meja informasi di PA Bengkayang cukup baik mengingat kondisi kantor yang belum memungkinkan untuk dapat memberikan pelayanan yang sesuai dengan kriteria penilaian. Menanggapi penilaian tersebut, Panitera/Sekretaris PA Bengkayang Dra. Nisa Istantri menjelaskan bahwa paling tidak informasi yang dibutuhkan masyarakat untuk kondisi saat ini bisa terpenuhi walaupun kondisi kantor belum memungkinkan seraya berharap ke depannya nanti pelayanan publik dan meja informasi di Pengadilan Agama Bengkayang akan terus ditingkatkan guna memenuhi kriteria penilaian yang sesuai dengan Surat Edaran dari Dirjen Badilag.

Sambutan Ketua Pengadilan Agama Bengkayang, Rustam A. Kaderi, SH.

 

 

Singkawang | pa-bengkayang.go.id

 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pengadilan Agama Bengkayang rutin mengadakan acara silaturrahim dan buka puasa bersama, cuma yang berbeda ialah jika tahun lalu acara ini diselenggarakan di ruang sidang kantor lama maka tahun ini acara ini diadakan di rumah Panitera Pengganti Pengadilan Agama Bengkayang, Zunainah Zaudji. Hal ini disebabkan karena keterbatasan ruang kantor sementara yang tidak memadai sedangkan kantor yang lama masih dalam tahap pembangunan gedung baru.

 

Acara yang diselenggarakan pada tanggal 22 Agustus 2011 atau yang bertepatan dengan tanggal 22 Ramadhan 1432 H ini dihadiri oleh hakim dan pegawai beserta tenaga honorer Pengadilan Agama Bengkayang. Acara yang dimulai pada pukul 16.30 WIB ini dibuka dengan kata sambutan oleh Ketua Pengadilan Agama Bengkayang, Rustam A. Kaderi, SH. Kemudian acara dilanjutkan dengan tausiyah ramadhan yang disampaikan oleh Firman Wahyudi, S.H.I. (Hakim Pengadilan Agama Bengkayang) yang membahas mengenai keutamaan bulan ramadhan sebagai bulannya tarbiyah untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

 

 

Hakim Pengadilan Agama Bengkayang, Firman Wahyudi, S.H.I. ketika menyampaikan Tausiyah Ramadhan

 

 

Di sela-sela acara tersebut, Ketua Pengadilan Agama Bengkayang juga menyerahkan Piagam  Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia kepada para hakim dan pegawai yang telah mengabdi kepada negara dan Piagam Satya Karya Dwi Windu dari Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia kepada salah satu staf Pengadilan Agama Bengkayang. Adapun yang menerima Piagam tersebut adalah sebagai berikut :

 

1. Satyalancana Karya Satya 30 Tahun kepada HASANUDDIN, S.Ag (Wakil Ketua) dan SULAIMAN, S.H.I.

    (Wakil Panitera).

2. Satyalancana Karya Satya 20 Tahun kepada H. IDON, S.H.I. (Wakil Sekretaris).

3. Satyalancana Karya Satya 10 Tahun kepada FATKUR ROSYAD, S.Ag. (Hakim) , AKMAL, S.Ag. (Panmud Hukum),

    dan SITI ISTIQORIYAH, S.Ag. (Panmud Gugatan).

4. Satya Karya Dwi Windu kepada ASIM (Staf Umum).

 

 

Penyerahan Piagam Tanda Kehormatan Kepada Para Hakim dan Pegawai

Dirjen Badilag, Wahyu Widiana ketika menyampaikan pengarahan

 

 

Bandung | badilag.net


Dirjen Badan Perdilan Agama Wahyu Widiana di aula lantai 2 PTA Bandung Jumat (5/8) siang kembali menyampaikan bahwa seluruh pimpinan pengadilan agama jangan sampai tidak mengetahui keberadaan dan perkembangan website, terutama website satker masing-masing. “Bagi pimpinan PTA, baik Ketua, Wakil Ketua dan Pansek disamping mengetahui website satkernya, penting juga mengetahui website pengadilan agama di wilayahnya” ungkapnya di depan Wakil PTA Bandung, Hasan Bisri, para Hakim Tinggi, Pansek, Tri Haryanto, Ketua, Wakil Ketua dan Pansek Pengadilan Agama se-wilayah PTA Bandung dan pegawai PTA Bandung lainnya.

 

Dari pengalamannya saat berkunjung ke beberapa daerah, ia menambahkan, memang masih ada pimpinan pengadilan yang tidak tahu website satkernya. “Warna tampilan web satkernya saja tidak tahu” katanya dengan nada kesal. Ia pun kembali mengingatkan bahwa saat ini ada tugas lain yang harus diemban oleh lembaga peradilan khususnya peradilan agama di luar tugas pokoknya, yaitu melakukan keterbukaan informasi publik. Dan website, saat ini dianggap sebagai media yang paling efektif dan efisien dalam menjembatani kewajiban lembaga peradilan agama dalam melakukan keterbukaan informasi kepada masyarakat sebagai pemegang hak informasi pengadilan. “Dalam praktiknya, peran pimpinan pengadilan lah yang paling menentukan, disamping tentu saja administrator website” katanya.  


Sama pentingnya dengan website, ia menambahkan, pimpinan peradilan agama yang meliputi Ketua, Wakil Ketua, dan Pansek PTA/MSy.Aceh maupun PA/MSy. wajib mengetahui tentang teknologi informasi lain yang sedang dikembangkan di lingkungan peradilan agama seperti SIADPA, SIMPEG dan yang lainnya. “Bahkan PTA Bandung sendiri sedang mengembangkan SIADPA WEB” katanya sebagaimana uraian Pansek PTA Bandung pada kesempatan yang sama.


Salah satu jalan untuk melakukan transfer teknologi, ia melanjutkan, sangat penting di setiap satker baik di PTA/MSy.Aceh maupun PA/MSy.  diadakan pertemuan-pertemuan yang disamping membahas hal-hal yang terkait tugas pokok pengadilan, juga pertemuan-pertemuan khusus yang membahas tentang perkembangan teknologi informasi baik website, SIADPA, SIMPEG dan teknologi informasi lainnya.



Peran Hakim Tinggi


Sebagai pengawas langsung ke pengadilan agama di wilayahnya, Dirjen berpesan agar memfungsikan betul peran hakim tinggi. Melalui transfer teknologi diharapkan para hakim tinggi memiliki wawasan dan keterampilan yang lebih dalam bidang teknologi informasi. “Kita harus bisa karena kita yang membina” katanya.

 

 


Sehingga, apabila dilakukan pengawasan oleh Hakim Tinggi Pengawas Daerah (Hatiwasda), tidak hanya mengawasi dan membina hal-hal yang terkait keperkaraan, tapi juga mengawasi dan membina implementasi teknologi informasi di pengadilan agama yang menjadi wilayah pengawasannya. Apalagi, dikaitkan dengan tema Rakernas Mahkamah Agung tahun 2011 yang memposisikan pengadilan tingkat banding, termasuk di dalamnya PTA/MSy. Aceh sebagai kawal terdepan Mahkamah Agung RI. Ini mengisyaratkan bahwa, titik berat pembinaan kedepannya ada di tangan PTA/Msy.Aceh.

 

Akan Dinilai

 

Setelah memberikan penghargaan terhadap website di lingkungan peradilan agama 18 Juni silam, dalam kesempatan yang sama Dirjen Badan Peradilan Agama menyampaikan bahwa Ditjen Badan Peradilan Agama kembali akan malakukan penilaian terhadap pelaksanaan meja informasi dan pelayanan public di pengadilan agama. Penilaian yang direncanakan pada September-Oktober 2011 dilakukan oleh tim monitoring program prioritas Ditjen Badan Peradilan Agama dan dilakukan secara acak. Penilaian-penilain berlanjut di bulan berikutnya terhadap lima program lain yaitu SIADPA, manajemen kepegawaian, penyelesaian perkara dan pengawasan.

Kabbag Perencanaa dan Keuangan Ditjen Badilag, Drs. H. Azhari, SH, M.Si (kiri) sedang memberikan sambutan, didampingi Kabbag Kepegawaian Ditjen Badilag, Siti Zubaedah ( kanan) saat pembukaan kegiatan.

 

 

Bandung | Badilag.net

Untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan tentang disiplin Pegawai Negeri sipil, manajemen kepegawaian, pengembangan sumber manusia dan produktifitas pegawai, Bagian Kepegawaian Ditjen Badilag mengadakan kegiatan “Peningkatan Keterampilan Pegawai Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama”. Kegiatan tersebut berlangsung di Bandung, 20-22 Juli 2011. Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari pegawai di lingkungan Sekretariat dan tiga Direktorat di Ditjen Badilag mengikuti kegiatan ini. “Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkan kinerja kita sebagai pegawai pada Ditjen Badilag,“ ujar Kabbag Perencanaan dan Keuangan Ditjen Badilag, Drs. H. Azhari, SH, M.Si, yang mewakili Dirjen Badilag membuka acara tersebut.



Azhari mengatakan, telah banyak kegiatan Ditjen Badilag yang sudah  dilaporkan outputnya. Dalam perjalanannya ditemui berbagai kendala dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan pegawai Ditjen Badilag. Padahal, peningkatan kemampuan dan keterampilan tersebut mutlak adanya, karena Ditjen Badilag memiliki tugas pembinaan kepada Peradilan Agama. “Dituntut kerja keras dalam membina peradilan agama dengan aturan–aturan yang telah dirumuskan,” tandas Azhari.



Disiplin PNS


Kegiatan ini dimanfaatkan untuk menyosialisasikan Peraturan Kepala BKN Nomor 21 Tahun 2010 tentang Ketentuan Pelaksanaan  PP Nomor 53 tentang disiplin PNS. Narasumbernya adalah Drs. Harun Arsyaad, SH, MH dari Badan Kepegawaian Negara. Dia menjelaskan peraturan yang terdiri dari 17 butir kewajiban dan 15 butir larangan itu. Dikemukakan pula beberapa jenis hukuman disiplin pegawai yang melakukan pelanggaran tersebut.  Pada dasarnya disiplin PNS adalah kesanggupan PNS untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman disiplin.
Menurut Harun Arsyaad, peraturan tersebut timbul karena adanya ‘penyakit’ PNS yang kadang bekerja jauh dari sasaran, sehingga visi dan misi sebagai tujuan akhir tidak dapat tercapai.


Motivasi Sangat Penting


Selain diisi dengan materi tentang disiplin PNS, kegiatan ini juga diperkaya dengan leadership training. Houtman Zainal Arifin, seorang motivator dari HZA & Associates, menjadi narasumber untuk materi ini. “Dunia selalu berubah dan tidak pernah berhenti berubah. Satu-satunya  yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri,” ungkap Houtman Zainal Arifin, yang menyampaikan materinya dengan metode yang interaktif.

 

Para peserta berfoto bersama dengan Houtman Zainal Arifin (HZA & Associates), salah satu nara sumber kegiatan.

 

Houtman Zainal Arifin memberikan gambaran–gambaran mengenai asal-usul manusia dan bagaimana seseorang mempunyai kemampuan kepemimpinan  yang baik dengan cara meneladani tokoh pemimpin terdahulu. Dia juga berbagi kiat tentang bagaimana menjadi pribadi yang dapat berbagi dengan orang lain dan selalu optimis. Para peserta juga diberi bekal berharga dalam menyikapi berbagai perubahan. Agar dapat selaras dengan perubahan, setiap individu harus memiliki sikap profesional, berintegritas, adil, jujur, bertanggung jawab, mau bela negara serta selalu beribadah pada Tuhan. “Hal-hal tersebut yang dapat diterapkan dalam dunia kerja untuk menjadi pegawai dan pemimpin yang baik. Be a best leadership!,” ujar Houtman Zainal Arifin.


Jangan Lupakan Ethos Kerja


Menjadi pemimpin yang baik juga berkaitan dengan ethos kerja yang baik. Etos kerja sangat penting dalam membangun nilai budaya dan moral bagi para pegawai. Demikian disampaikan Drs. Syarif Ali, M.Si dari Badan Kepegawaian Negara yang memberikan materi tentang ethos kerja dan nilai budaya kepegawaian. Pengertian budaya kerja yakni suatu falsafah yang didasari oleh pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan kekuatan pendorong, membudaya dalam kehidupan suatu kelompok masyarakat atau organisasi. Budaya kerja tercermin dari sikap menjadi perilaku, kepercayaan dan cita-cita, pendapat dari tindakan yang terwujud sebagai “kerja”.


Dalam hal ini budaya kerja dalam instansi pemerintah diartikan sebagai sikap dan perilaku individu dan kelompok PNS yaitu yang didasari atas nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan telah menjadi sifat serta kebiasaan dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan nya sehari-hari. Terdapat 17 nilai budaya kerja PNS yang baik.



Peningkatan Kualitas Penyelesaian Dokumen Perkantoran


Untuk meningkatkan keterampilan para peserta, disampaikan pula materi tentang pemanfaatan database dalam menunjang administrasi perkantoran dan penggunaan sistem koreksi elektronik untuk peningkatan kualitas penyelesaian dokumen perkantoran. Bertindak selaku narasumber adalah Asep Nursobah, S.Ag dari Kepaniteraan Mahkamah Agung RI dan Helmi Indra Mahyudin dari Subbag Dokumentasi dan Informasi Ditjen Badilag.

 

Para peserta tampak serius mengikuti rangkaian kegiatan

 

Pada sesi ini para peserta diberikan pembekalan mengenai pemanfaatan database dengan Microsoft Access untuk menunjang administrasi perkantoran dan cara mengoperasikan menu koreksi dokumen secara elektronik di Microsoft Office 2007. Hal tersebut sangat diperlukan untuk peningkatan penyelesaian dokumen perkantoran dalam membantu koreksi kata atau ejaan bahasa Indonesia secara elektronik. “Sistem ini juga sangat diperlukan dalam koreksi dokumen putusan atau berita acara yang selanjutnya diperlukan dalam proses minutasi perkara  di Mahkamah Agung RI,” ujar Asep Nursobah.



Kegiatan ini akhirnya ditutup oleh Kepala Bagian Kepegawaian Ditjen Badilag, Siti Zubaedah, SH. “Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan pegawai Ditjen Badilag. Dengan demikian, setiap pegawai dapat melaksanakan tugas dengan baik dan memiliki etos kerja yang tinggi,” ujarnya.

 

sumber : (www.badilag.net)

  • 01. Ucapan Selamat Hari Raya 1439 .png
  • 01. Ucapan Selamat Untuk Ketua Baru.png