• Header_PaBky_2014_Jan.jpg
  • Maklumat Pelayanan.jpg
  • slide_awas.png

       

Pilihan Bahasa

Cari Berita

Foto Hakim

  • 01.jpg
  • 03.jpg
  • 04.jpg
  • 05.jpg

Foto Pegawai

  • 1.jpg
  • 2.jpg
  • 3.jpg
  • 4.jpg
  • 5.jpg
  • 6.jpg
  • 7.jpg
  • 8.jpg
  • 9.jpg
  • 10.jpg
  • 11.jpg
  • 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg
  • 19.jpg
  • 20.jpg
  • 21.jpg
  • 22.jpg

Website Polling

Pendapat anda tentang web site PA Bengkayang ini
 

Bantuan Online

Statistik Pengunjung

TodayToday67
YesterdayYesterday199
This WeekThis Week764
This MonthThis Month3254
All DaysAll Days653464
UNITED STATES
US

Link Website Lain

PTA Pontianak
PA Pontianak
PA Mempawah
PA Sambas
PA Sanggau
PA Sintang
PA Putussibau
PA Ketapang

Tautan Eksternal

MARI
litbang
sms
badilag
Info Perkara Badilag
JDIH
Direktori Putusan
Sikep
Portal Tabayun
Pemkot Singkawang

Panmud Gugatan, Panmud Hukum, Panmud Permohonan dan 2 (dua) Panitera Pengganti yang baru, saat diambil sumpah

dan dilantik oleh Ketua PA Bengkayang Rustam A. Kaderi, SH.

 

 

Singkawang | pa-bengkayang.go.id

 

Pada hari Jum'at tanggal 03 Desember 2010, bertempat di ruang sidang Pengadilan Agama Bengkayang sekitar jam 14.00 WIB Ketua PA Bengkayang Rustam A. Kaderi, SH. mengambil sumpah dan melantik 3 (tiga) Panitera Muda dan 2 (dua) Panitera Pengganti yang baru. Siti Istiqoriah, S.Ag yang sebelumnya menjabat sebagai Panitera Pengganti pada PA Bengkayang sekarang telah diangkat menjadi Panitera Muda Gugatan menggantikan Masry Muslim, BA yang telah dimutasi ke PA Sambas. Kemudian Akmal, S.Ag yang dulu menjabat sebagai Panitera Muda Permohonan pada PA Bengkayang sekarang telah diangkat menjadi Panitera Muda Hukum menggantikan Rosyid Zayyat, SH., MH. yang sekarang menjabat sebagai Panitera Muda Permohonan pada PA Bengkayang.

 

Selain melantik dan mengambil sumpah Panitera Muda, Rustam A. Kaderi, SH. juga mengambil sumpah Panitera Pengganti yang baru yaitu Salbiyah, S.H.I. yang sebelumnya menjabat sebagai Jurusita Pengganti di Pengadilan Agama Pontianak dan melantik Zunaenah Zaudji sebagai Panitera Pengganti, yang baru saja dimutasi dari Pengadilan Agama Sambas.

 

Disela-sela sambutan Ketua PA Bengkayang, Rustam A. Kaderi, SH kembali menghimbau kepada para pejabat yang baru saja dilantik untuk dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin waktu dan memiliki kelakuan yang baik. Karena dari setiap sumpah yang telah diucapkan itu akan dimintai pertanggung jawabannya dihadapan Allah SWT, sehingga beliau berharap jangan sampai para pejabat yang telah diambil sumpahnya ini melanggar sendiri apa yang telah mereka ucapkan.

Ketiga Hakim baru saat diambil sumpah oleh Ketua PA Bengkayang Rustam A. Kaderi, SH

 

 

Singkawang | pa-bengkayang.go.id

 

"Salah satu tugas yang sangat penting sebelum melaksanakan tugas yang pertama sebagai hakim ialah pengambilan sumpah dan pelantikan" cetus Ketua Pengadilan Agama Bengkayang Rustam A. Kaderi, SH ketika memberikan sambutan dalam acara pengambilan sumpah dan pelantikan 3 hakim baru yang dilaksanakan pada hari Kamis 02 Desember 2010 di ruang sidang PA Bengkayang.

 

Ketiga hakim yang baru diambil sumpah dan dilantik sebelumnya bekerja di Pengadilan Sampit Kelas II yaitu Muhammad Rezani, SHI kemudian Muhammad Abduh, SHI dari Pengadilan Agama Barabai Kelas I B dan Firman Wahyudi, SHI dari Pengadilan Agama Amuntai Kelas I B.

 

Beliau berpesan kepada hakim-hakim yang baru bahwa mereka harus memberikan contoh yang baik dan jangan sampai melakukan hal-hal yang kurang berkenan karena jika sampai melanggar kode etik dan perilaku hakim, maka bisa  saja diberhentikan dengan tidak hormat.

 

Ucapan selamat juga beliau sampaikan kepada mereka yang telah diambil sumpah dan dilantik sebagai Hakim Pratama di Pengadilan Agama Bengkayang setelah mengabdi selama 2 tahun lebih sebagai Calon Hakim di Pengadilan Agama sebelumnya. Beliau berharap mereka bisa bertanggung jawab dalam melaksanakan semua tugas-tugas, tidak melanggar sumpah dan disiplin dengan setiap peraturan yang ada.

 

Pontianak | www.pta-pontianak.go.id (24/11)


“Pada malam hari ini, hampir serentak diseluruh Indonesia diadakan acara pembukaan Rapat Kerja Daerah Mahkamah Agung RI, hanya ada beberapa daerah seperti Papua yang pelaksanaannya diundur karena faktor sarana transportasi” hal ini menjadi kalimat pembuka sebelum Drs. H. Amran Suadi, SH.,MH.,MM membacakan sambutan Ketua Mahkamah Agung RI dalam acara pembukaan Rapat Kerja Daerah di wilayah Pontianak.


Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 24 November s/d 26 Nopember 2010, bertempat di Hotel Kapuas Palace. Hadir dalam acara tersebut, KPT, KPTA, Ketua dan Pansek PN serta Ketua dan Pansek PA di lingkungan Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Tinggi Agama Pontianak. Sambutan Ketua Mahkamah Agung RI yang juga pernah disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional Mahkamah Agung RI di Balikpapan belum lama ini mengangkat tema Dengan Semangat Perubahan Memperkokoh Landasan Menuju Lembaga Peradilan Yang Agung. Menurut KMA, tema ini mengandung beberapa visi penting yang harus dilakukan. Yang pertama adalah semangat untuk berubah. Komponen-komponen bangsa harus menata ulang pola-pola berpikir dan bertindak dengan mereformasi birokrasi. Yang kedua adalah memperkokoh landasan menuju peradilan yang agung dengan strategi yang komprehensif berbasis manajemen strategi, keterbukaan dan akuntabilitas.


Berdasarkan data dari tahun 2006 hingga 2009 terjadi trend peningkatan pelanggaran yang dilakukan oleh aparat peradilan, baik Hakim, Panitera, Pejabat Struktural maupun Staf. “Ini seharusnya dievaluasi, pasti ada sesuatu yang salah. Kenapa perubahan ini tidak bisa berkembang ke arah positif ? tanya KMA. Fokus pembinaan tidak hanya sebatas soal knowledge, padahal itu harus dilakukan dalam segala aspek termasuk mental spiritual dan secara terus menerus dilakukan dan berkesinambungan. Untuk mencapai perubahan peradilan, kita harus bekerja keras dan tidak kenal menyerah. Banyak hal yang telah kita lakukan dan sedikit demi sedikit telah menampakkan hasil yang menunjukkan adanya progress, walaupun belum mencapai apa yang sesungguhnya yang diharapkan.

 


 

Dalam kegiatan kali ini juga dipaparkan mengenai Cetak Biru Pembaruan MA-RI Jilid II oleh WKPT Pontianak, Reformasi Birokrasi di MA-RI oleh WKPTA Pontianak, PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan Temuan BPK RI atas Pengelolaan Keuangan dan Aset di MA-RI oleh Drs. H. Amran Suadi, SH.,MH.,MM serta penyampaian hasil Rumusan Komisi pada Rakernas 2010 oleh KPT dan KPTA. Rapat Kerja Daerah ditutup hari ini (26/10) dengan penyerahan hasil diskusi komisi atas paparan yang disajikan oleh para narasumber tadi.

Jakarta l badilag.net

 

Untuk kali kesekian, persoalan pengadilan agama diperbincangkan secara serius oleh lembaga luar negeri. Selasa (16/11), di Hotel Nikko Jakarta, Van Vollenhoven Institute menyelenggarakan seminar bertema Akses terhadap Pengadilan Agama. Van Vollenhoven Institute merupakan lembaga penelitian asal Universitas Leiden, Belanda.

 

Ketua Mahkamah Agung RI, Harifin A Tumpa, menyambut gembira seminar ini. Menurutnya, pemberian keadilan harus dimaknai lebih luas. Dalam konteks Pengadilan Agama yang lebih banyak menangani perkara perkawinan, Harifin berharap pemberian keadilan itu juga dapat menciptakan kesetaraan jender. “Saya justru khawatir, pemberian keadilan dimaknai secara sempit, hanya berupa proses peradilan,” tutur Ketua MA, ketika menyampaikan pidato pembukaan.

 

Ward Berenschot, perwakilan Van Vollenhoven Institute, menyatakan bahwa pihaknya sudah 2,5 tahun mengerjakan proyek penelitian tentang akses terhadap keadilan di pengadilan agama. Proyek penelitian ini didukung Kedubes Belanda di Indonesia, UNDP, World Bank dan Bappenas. “Tujuannya adalah memberikan kontribusi untuk meningkatkan akses keadilan melalui Pengadilan Agama,” kata Berenschot. Sejauh ini, Van Vollenhoven Institute melihat Pengadilan Agama telah memperlihatkan peranan pentingnya dalam memberi keadilan, khususnya kepada kaum perempuan. Pengadilan Agama dinilai membela hak-hak perempuan, mulai dari perkara perceraian, nafkah anak hingga harta bersama.

 

Hasil penelitian yang dilakukan Van Vollenhoven Institute sudah dicetak dalam bentuk buku, artikel dan barang cetakan lain. Namun, hal itu dirasa masih terasa kurang. Karena itu, digelarlah seminar untuk membahas hasil penelitian ini. Seminar ini, kata Berenschot, dimaksudkan agar hasil penelitian memiliki dampak nyata. “Agar tidak hanya menumpuk di rak-rak perpustakaan,” tuturnya. Lebih jauh, Berenschot yakin bahwa penelitian seperti ini tidak akan sia-sia. Dia mencontohkan penelitian yang telah dilakukan PEKKA (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga). Hasil penelitian yang dilakukan LSM ini telah memberikan perubahan nyata, yaitu makin ditingkatkannya sidang keliling dan perkara prodeo di Pengadilan Agama.

 

Fokus tiga hal

 

Seminar kali ini berfokus pada tiga hal: sebelum, saat dan sesudah proses persidangan. Koordinator Nasional PEKKA, Nani Zuminarni, memaparkan kondisi pencari keadilan sebelum membawa perkaranya ke pengadilan agama, melalui makalah berjudul “Akses terhadap Keadilan: Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga di Indonesia.” Jalannya persidangan di Pengadilan Agama diulas Euis Nurlaelawati. Dosen Fakultas Syariah UIN Jakarta ini menyodorkan analisis kritis dalam makalah berjudul “Interpretasi Hukum Para Hakim di Pengadilan Agama dan Relevansinya dengan Kepentingan Wanita.”

 

Sementara itu, Stijn van Huis mengupas permasalahan setelah proses peradilan. Peneliti dari Van Valeenhoven Institute ini menghadirkan ringkasan penelitiannya berjudul “Akses Perempuan Terhadap Hak Nafkah Pasca Perceraian: Masalah dengan Pelaksanaan Putusan.” Ketiga paparan tersebut kemudian diulas oleh dua pembahas. Keduanya adalah Dirjen Badilag Wahyu Widiana dan Maria Ulfah dari Fatayat NU. Para peserta seminar sebagian besar adalah aktivis perempuan. Sejumlah Ketua dan hakim Pengadilan Agama juga hadir. Mereka berasal dari Jabodetabek dan Cianjur. Khusus buat Ketua PA Cianjur, hasil penelitian ini terasa sangat istimewa, karena penelitian memang dilaksanakan di daerah tersebut.

  • 01. Ucapan Selamat Hari Raya 1439 .png
  • 01. Ucapan Selamat Untuk Ketua Baru.png