• Header_PaBky_2014_Jan.jpg
  • Maklumat Pelayanan.jpg
  • slide_awas.png

       

Pilihan Bahasa

Cari Berita

Foto Hakim

  • 01.jpg
  • 03.jpg
  • 04.jpg
  • 05.jpg

Foto Pegawai

  • 1.jpg
  • 2.jpg
  • 3.jpg
  • 4.jpg
  • 5.jpg
  • 8.jpg
  • 9.jpg
  • 10.jpg
  • 11.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg
  • 19.jpg
  • 20.jpg
  • 21.jpg
  • 22.jpg

Website Polling

Pendapat anda tentang web site PA Bengkayang ini
 

Bantuan Online

Statistik Pengunjung

TodayToday255
YesterdayYesterday408
This WeekThis Week1174
This MonthThis Month3205
All DaysAll Days674055
UNITED STATES
US

Link Website Lain

PTA Pontianak
PA Pontianak
PA Mempawah
PA Sambas
PA Sanggau
PA Sintang
PA Putussibau
PA Ketapang

Tautan Eksternal

MARI
litbang
sms
badilag
Info Perkara Badilag
JDIH
Direktori Putusan
Sikep
Portal Tabayun
Pemkot Singkawang

Jakarta | mahkamahagung.go.id

 

 

“Tiada terasa waktu yang menghampiri, 48 tahun saya berkecimpung di lembaga Peradilan. Dari tahun 1963 dengan pangkat D2 jika sekarang setara dengan 2A. Waktu yang panjang tersebut tanpa terasa telah dilalui. Beberapa faktor memiliki andil, di antaranya: Pertama, Saya sangat menyenangi profesi ini yang penuh dengan tantangan yang memerlukan kecerdasan dan kebijakan. Kedua, Saya bisa menyelesaikan segala tugas dengan baik, saya bernah bertugas di daerah di mana tiada seorang pun yang mau diletakkan di daerah itu. Ketiga, Saya menemuka teman, atasan, bawahan, serta kolega yang dapat berdiskusi, bermusyawarah, bercengkerama yang saya sayangi dan hormati, karena ilmu dan kebijakan yang mereka punya, saya banyak belajar. “Orang pintar akan belajar dari pengalamannya, orang bijak akan belajar dari pengalaman orang lain. Keempat, Istri dan anak saya mendukung profesi saya sebagai hakim, di mana semua pengorbanan mereka sangat saya hargai.” Papar Harifin di saat memberikan sambutan pada acara penutupan Rakernas 2011 di ruang Krakatau, Mercure, Ancol(22/09/2011)


“Saya sangat mencintai profesi ini, karena tidak mungkin saya berada di sini dan bisa bekerja dengan baik dari staf paling bawah hingga menjadi orang nomor satu di lembaga ini, jika tidak mencintai profesi ini” Tegasnya. Pada Rakernas terkahir bagi Harifin ini, Beliau berpesan bahwa hakim harus: Pertama. Integritas moral harus dipegang teguh. Karena jika tidak, hakim akan mudah kena intervensi atau sogok. Tanpa integritas hakim hanya akan menjadi robot yang diarahakan oleh yang berkepentingan. Benteng integritas ini yang akan memutuskan putusan hakim secara adil. Putih bukan hitam. Hitam bukan putih. Yang abu-abu harus diperjelas, hitam atau putih. Kedua, ilmu harus ditingkatkan. Hukum itu tumbuh dan berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat. Hukum tidak statis. Untuk itu ilmu harus terus digali dan dikembangkan. Hakim yang muda jangan segan bertanya kepada hakim senior, hakim senior harus mudah memberikan arahan kepada hakim muda. Hakim yang berpengatahuan luas akan bisa menggunakan konstruksi hukum dengan baik. Hakim harus mampu memadukan hukum dan keadilan. Karena hanya dengan idealisme ini, hakim akan menemukan roh. Hakim itu rohnya keadilan, dan roh keadilan adalah hukum itu sendiri. Ketiga, hakim harus memiliki semangat berubah dan harus siap menerima perubahan. Seperti sistem kamar yang sebentar lagi akan diaplikasikan di seluruh pengadilan di Indonesia.


Mengenai Rakernas 2011, Harifin mengatakan bahwa sistem Paperless menjadikan Rakernas 2011 lebih murah dibandingkan dengan kegiatan serupa yang tidak menggunakan paperless.

 

sumber : (www.mahkamahagung.go.id)

Panitera/Sekretaris PTA Pontianak Muchammad Jusuf, SH. saat membahas mengenai Pelayanan Publik dan Meja Informasi

 

 

Singkawang | pa-bengkayang.go.id


Menindak lanjuti surat edaran Dirjen Badilag No. 2510/DjA.1/HK.00/VIII/2011 mengenai Penilaian Pelayanan Publik dan Meja Informasi, Tim Penilai PTA Pontianak meninjau hal tersebut di Pengadilan Agama Bengkayang. Tim Penilai yang terdiri dari Panitera/Sekretaris PTA Pontianak Muchammad Jusuf, SH dan Staf IT PTA Pontianak Roni Kurniawan, S.Kom ini akan menilai penerapan pelayanan publik dan meja informasi di Pengadilan Agama Bengkayang.


 

Ada beberapa komponen yang menjadi kriteria penilaian, yaitu :

  1. Tata Ruang Pengadilan
  2. Maklumat dan Standar Pelayanan
  3. Pengaduan
  4. Pengelolaan dan Layanan Meja Informasi
  5. Kualitas Petugas Meja Informasi
  6. Fasilitas Meja Informasi
  7. Pelaporan Meja Informasi


 

Meja Informasi Pengadilan Agama Bengkayang

 

 

"Dengan kondisi kantor yang masih dalam tahap pembangunan seperti saat ini, pelayanan terhadap masyarakat tetap harus dilaksanakan dengan maksimal, minimal informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat dapat dipenuhi", sanggah Panitera/Sekretaris PTA Pontianak saat menyampaikan pembinaan kepada seluruh hakim dan pegawai PA Bengkayang mengenai pelayanan publik dan meja informasi kepada masyarakat.

 

Selain membahas mengenai pelayanan publik dan meja informasi, beliau juga menekankan pentingnya pemanfaatan website sebagai media penyampaian informasi kepada masyarakat baik yang berkaitan dengan perkara hukum maupun informasi umum. Harapan beliau saat berdialog dihadapan hakim dan pegawai PA Bengkayang ialah masyarakat puas terhadap pelayanan yang diberikan kepada mereka sehingga penilaian terhadap kinerja aparat peradilan agama baik di mata masyarakat.

 

Dari hasil penilaian yang dilakukan, pelayanan publik dan meja informasi di PA Bengkayang cukup baik mengingat kondisi kantor yang belum memungkinkan untuk dapat memberikan pelayanan yang sesuai dengan kriteria penilaian. Menanggapi penilaian tersebut, Panitera/Sekretaris PA Bengkayang Dra. Nisa Istantri menjelaskan bahwa paling tidak informasi yang dibutuhkan masyarakat untuk kondisi saat ini bisa terpenuhi walaupun kondisi kantor belum memungkinkan seraya berharap ke depannya nanti pelayanan publik dan meja informasi di Pengadilan Agama Bengkayang akan terus ditingkatkan guna memenuhi kriteria penilaian yang sesuai dengan Surat Edaran dari Dirjen Badilag.

Sambutan Ketua Pengadilan Agama Bengkayang, Rustam A. Kaderi, SH.

 

 

Singkawang | pa-bengkayang.go.id

 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pengadilan Agama Bengkayang rutin mengadakan acara silaturrahim dan buka puasa bersama, cuma yang berbeda ialah jika tahun lalu acara ini diselenggarakan di ruang sidang kantor lama maka tahun ini acara ini diadakan di rumah Panitera Pengganti Pengadilan Agama Bengkayang, Zunainah Zaudji. Hal ini disebabkan karena keterbatasan ruang kantor sementara yang tidak memadai sedangkan kantor yang lama masih dalam tahap pembangunan gedung baru.

 

Acara yang diselenggarakan pada tanggal 22 Agustus 2011 atau yang bertepatan dengan tanggal 22 Ramadhan 1432 H ini dihadiri oleh hakim dan pegawai beserta tenaga honorer Pengadilan Agama Bengkayang. Acara yang dimulai pada pukul 16.30 WIB ini dibuka dengan kata sambutan oleh Ketua Pengadilan Agama Bengkayang, Rustam A. Kaderi, SH. Kemudian acara dilanjutkan dengan tausiyah ramadhan yang disampaikan oleh Firman Wahyudi, S.H.I. (Hakim Pengadilan Agama Bengkayang) yang membahas mengenai keutamaan bulan ramadhan sebagai bulannya tarbiyah untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

 

 

Hakim Pengadilan Agama Bengkayang, Firman Wahyudi, S.H.I. ketika menyampaikan Tausiyah Ramadhan

 

 

Di sela-sela acara tersebut, Ketua Pengadilan Agama Bengkayang juga menyerahkan Piagam  Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia kepada para hakim dan pegawai yang telah mengabdi kepada negara dan Piagam Satya Karya Dwi Windu dari Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia kepada salah satu staf Pengadilan Agama Bengkayang. Adapun yang menerima Piagam tersebut adalah sebagai berikut :

 

1. Satyalancana Karya Satya 30 Tahun kepada HASANUDDIN, S.Ag (Wakil Ketua) dan SULAIMAN, S.H.I.

    (Wakil Panitera).

2. Satyalancana Karya Satya 20 Tahun kepada H. IDON, S.H.I. (Wakil Sekretaris).

3. Satyalancana Karya Satya 10 Tahun kepada FATKUR ROSYAD, S.Ag. (Hakim) , AKMAL, S.Ag. (Panmud Hukum),

    dan SITI ISTIQORIYAH, S.Ag. (Panmud Gugatan).

4. Satya Karya Dwi Windu kepada ASIM (Staf Umum).

 

 

Penyerahan Piagam Tanda Kehormatan Kepada Para Hakim dan Pegawai

Dirjen Badilag, Wahyu Widiana ketika menyampaikan pengarahan

 

 

Bandung | badilag.net


Dirjen Badan Perdilan Agama Wahyu Widiana di aula lantai 2 PTA Bandung Jumat (5/8) siang kembali menyampaikan bahwa seluruh pimpinan pengadilan agama jangan sampai tidak mengetahui keberadaan dan perkembangan website, terutama website satker masing-masing. “Bagi pimpinan PTA, baik Ketua, Wakil Ketua dan Pansek disamping mengetahui website satkernya, penting juga mengetahui website pengadilan agama di wilayahnya” ungkapnya di depan Wakil PTA Bandung, Hasan Bisri, para Hakim Tinggi, Pansek, Tri Haryanto, Ketua, Wakil Ketua dan Pansek Pengadilan Agama se-wilayah PTA Bandung dan pegawai PTA Bandung lainnya.

 

Dari pengalamannya saat berkunjung ke beberapa daerah, ia menambahkan, memang masih ada pimpinan pengadilan yang tidak tahu website satkernya. “Warna tampilan web satkernya saja tidak tahu” katanya dengan nada kesal. Ia pun kembali mengingatkan bahwa saat ini ada tugas lain yang harus diemban oleh lembaga peradilan khususnya peradilan agama di luar tugas pokoknya, yaitu melakukan keterbukaan informasi publik. Dan website, saat ini dianggap sebagai media yang paling efektif dan efisien dalam menjembatani kewajiban lembaga peradilan agama dalam melakukan keterbukaan informasi kepada masyarakat sebagai pemegang hak informasi pengadilan. “Dalam praktiknya, peran pimpinan pengadilan lah yang paling menentukan, disamping tentu saja administrator website” katanya.  


Sama pentingnya dengan website, ia menambahkan, pimpinan peradilan agama yang meliputi Ketua, Wakil Ketua, dan Pansek PTA/MSy.Aceh maupun PA/MSy. wajib mengetahui tentang teknologi informasi lain yang sedang dikembangkan di lingkungan peradilan agama seperti SIADPA, SIMPEG dan yang lainnya. “Bahkan PTA Bandung sendiri sedang mengembangkan SIADPA WEB” katanya sebagaimana uraian Pansek PTA Bandung pada kesempatan yang sama.


Salah satu jalan untuk melakukan transfer teknologi, ia melanjutkan, sangat penting di setiap satker baik di PTA/MSy.Aceh maupun PA/MSy.  diadakan pertemuan-pertemuan yang disamping membahas hal-hal yang terkait tugas pokok pengadilan, juga pertemuan-pertemuan khusus yang membahas tentang perkembangan teknologi informasi baik website, SIADPA, SIMPEG dan teknologi informasi lainnya.



Peran Hakim Tinggi


Sebagai pengawas langsung ke pengadilan agama di wilayahnya, Dirjen berpesan agar memfungsikan betul peran hakim tinggi. Melalui transfer teknologi diharapkan para hakim tinggi memiliki wawasan dan keterampilan yang lebih dalam bidang teknologi informasi. “Kita harus bisa karena kita yang membina” katanya.

 

 


Sehingga, apabila dilakukan pengawasan oleh Hakim Tinggi Pengawas Daerah (Hatiwasda), tidak hanya mengawasi dan membina hal-hal yang terkait keperkaraan, tapi juga mengawasi dan membina implementasi teknologi informasi di pengadilan agama yang menjadi wilayah pengawasannya. Apalagi, dikaitkan dengan tema Rakernas Mahkamah Agung tahun 2011 yang memposisikan pengadilan tingkat banding, termasuk di dalamnya PTA/MSy. Aceh sebagai kawal terdepan Mahkamah Agung RI. Ini mengisyaratkan bahwa, titik berat pembinaan kedepannya ada di tangan PTA/Msy.Aceh.

 

Akan Dinilai

 

Setelah memberikan penghargaan terhadap website di lingkungan peradilan agama 18 Juni silam, dalam kesempatan yang sama Dirjen Badan Peradilan Agama menyampaikan bahwa Ditjen Badan Peradilan Agama kembali akan malakukan penilaian terhadap pelaksanaan meja informasi dan pelayanan public di pengadilan agama. Penilaian yang direncanakan pada September-Oktober 2011 dilakukan oleh tim monitoring program prioritas Ditjen Badan Peradilan Agama dan dilakukan secara acak. Penilaian-penilain berlanjut di bulan berikutnya terhadap lima program lain yaitu SIADPA, manajemen kepegawaian, penyelesaian perkara dan pengawasan.

  • 01. Ucapan Selamat Hari Raya 1439 .png
  • 01. Ucapan Selamat Untuk Ketua Baru.png