• Header_PaBky_2014_Jan.jpg
  • Maklumat Pelayanan.jpg
  • slide_awas.png

       

Pilihan Bahasa

Cari Berita

Foto Hakim

  • 01.jpg
  • 03.jpg
  • 04.jpg
  • 05.jpg

Foto Pegawai

  • 1.jpg
  • 2.jpg
  • 3.jpg
  • 4.jpg
  • 5.jpg
  • 6.jpg
  • 7.jpg
  • 8.jpg
  • 9.jpg
  • 10.jpg
  • 11.jpg
  • 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg
  • 19.jpg
  • 20.jpg
  • 21.jpg

Website Polling

Pendapat anda tentang web site PA Bengkayang ini
 

Bantuan Online

Statistik Pengunjung

TodayToday26
YesterdayYesterday166
This WeekThis Week875
This MonthThis Month2961
All DaysAll Days639857
UNITED STATES
US

Link Website Lain

PTA Pontianak
PA Pontianak
PA Mempawah
PA Sambas
PA Sanggau
PA Sintang
PA Putussibau
PA Ketapang

Tautan Eksternal

MARI
litbang
sms
badilag
Info Perkara Badilag
JDIH
Direktori Putusan
Sikep
Portal Tabayun

Dirjen Badilag sedang memberikan ceramah umum, Jumat (24/12) sore, di Kampus IAIN Sumatera Utara, Medan. Duduk dari kanan: Rektor, Prof.Dr. Nur Fadhil Lubis, MA; KPTA, Drs. H. Soufyan M.Saleh, SH; Dekan Fak. Syari’ah, Dr.HM Jamil, MA dan KPA Binjai, Drs. H. Almihan, SH, MH.

 

Medan | Badilag.net

“Mahasiswa dan civitas akademika lainnya dipersilahkan untuk memonitor pelaksanaan pelayanan yang dilakukan peradilan agama. Kami senang, jika ada kerjasama, atau kegiatan Kuliyah Kerja Sosial dari Mahasiswa yang bertujuan untuk mengawasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang dilakukan oleh peradilan agama”. Itulah di antara kata-kata Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, ketika memberikan ceramah umum tentang “Peluang dan Tantangan Mahasiswa dan Alumni Fak. Syari’ah Sebagai Praktisi Hukum di Badan Peradilan”, pada Pelatihan Keadvokatan Mahasiswa dan Alumni Fakultas Syari’ah IAIN Sumatera Utara, di Medan, Jumat (24/12) sore. Ceramah yang diikuti oleh sekitar 80 orang ini, dihadiri pula oleh Rektor, Dekan Fak Syari’ah, guru besar dan para dosen, serta KPTA dan beberapa KPA.


Pelayanan PA Masih Dinilai Belum Memuaskan.


“Saya tahu banyak program Badilag untuk meningkatkan pelayanan di PA secara nasional. Tapi di lapangan, masih terjadi hal-hal yang belum memuaskan masyarakat pencari keadilan”, Dr. Nursiah, seorang dosen alumni Mc.Gill University Canada memberikan komentar dalam sessi tanya jawab. Dosen yang juga pegiat di Pusat Studi Wanita ini merinci sekilas tentang hal-hal yang perlu dibenahi, seperti beberapa putusan majlis PA yang ‘unexecutable’, terutama yang berkaitan dengan hak-hak (bekas) isteri atau anak. Pelayanan yang kurang menyenangkan dari aparat PA dan bertele-telenya proses sehingga memakan waktu yang sangat lama, juga jadi kritikan dosen energik yang 18 tahun lalu pernah kenal dengan Dirjen, ketika yang bersangkutan mengikuti pelatihan persiapan studi ke luar negeri, di mana Dirjen –pada saat itu masih sebagai Kepala Subdit- menjadi salah satu fasilitatornya.

Kritikan itu ditanggapi positif oleh Dirjen. “Saya senang ada kritikan yang terus terang dari kampus atau masyarakat lainnya”, katanya. “Saya mohon kalau ada pelayanan dari kawan-kawan di PA yang tidak menyenangkan, yang berkaitan dengan sikap, keuangan atau integritas, silahkan laporkan kepada KPA, KPTA atau kepada Badilag. Insya Allah akan segera kami tindak lanjuti”, pinta Dirjen. “Tapi kalau ketidakpuasan itu disebabkan karena prosedur ketentuan peraturan perundangan, kami harap masyarakat memahaminya, atau menyampaikan kepada pembuat peraturan perundang-undangan itu”, katanya lagi.

Dirjen berusaha menghimpun masukan-masukan dari masyarakat luas tentang pelayanan yang diberikan PA. Bahkan survey tentang kepuasan para pengguna pengadilan berskala besar secara nasional pernah dilakukan, kerjasama dengan donor dan peneliti independen, pada tahun 2007 dan 2009.

 


Sebagian Peserta

 

Peluang dan Tantangan Alumni Fakultas Syari’ah (FSy)


Dirjen menjelaskan bahwa peluang alumni FSy kini semakin terbuka. “SDM yang diperlukan oleh Peradilan Agama (PA) pada umumnya merupakan alumni FSy. Bahkan alumni FSy ini, tidak saja dapat menjadi hakim dan aparat PA, tapi juga menjadi Hakim Agung, atau pejabat di Mahkamah Agung”. “Kini banyak alumni FSy yang menjadi pegawai dan pejabat di MA, bahkan menjadi hakim agung dan beberapa unsur pimpinan MA”, tambah Dirjen. Lebih luas dari itu, kata Dirjen, alumni FSy dapat mengisi profesi-profesi lainnya yang berhubungan dengan dunia peradilan, seperti menjadi pengacara, arbiter dan mediator. Dirjen juga menjelaskan tentang program Badilag yang berkaitan dengan mediasi dan pos bantuan hukum, yang kini sedang digalakkan. Program ini banyak memerlukan peran alumni FSy.


Namun demikian, kata Dirjen, tantangannyapun semakin besar. Persaingan di antara para alumni FSy, bahkan dengan alumni Fakultas Hukum (FH), semakin ketat. “Oleh karena itu, kualitas harus semakin ditingkatkan, terutama dalam penguasaan hukum acara, hukum materi, hukum Islam dan membaca ‘kitab kuning’”, katanya lagi. “Kelemahan alumni FSy dibandingkan dengan alumni FH, adalah dalam hal penguasaan hukum acara”, ungkap Dirjen terus terang. Dirjen mengharapkan agar alumni FSy lebih ‘leading’ dibandingkan dengan alumni FH dalam penguasaan hukum materi, hukum Islam dan terutama penguasaan ‘kitab kuning’. Namun demikian, Dirjen yang juga merupakan alumni FSy menyatakan keprihatinannya atas kualitas alumni FSy – setidaknya yang mengikuti test Cakim PA- dalam penguasaannya terhadap ‘kitab kuning’. Ironisnya lagi, dalam beberapa kasus, alumni FSy ‘kalah’ dari alumni FH dalam penguasaan ‘kitab kuning’ yang selalu diujikan dalam tes Cakim, baik tertulis maupun lisan, setiap tahun. “Ini terjadi, mungkin karena pada waktu kuliyahnya, mahasiswa FH ini sambil ngaji di pesantren, sementara mahasiswa FSy tidak pernah di pesantren”, jelas Dirjen. Dalam kaitan dengan ini, Dr. Nursiah, sangat mendukung agar penguasaan terhadap ‘kitab kuning’ terus dijadikan materi tes bagi para Cakim PA. “Tanpa menguasai bahasa Arab, kita tidak bisa meng’eksplor’ hukum Islam dari sumber-sumbernya yang berbahasa Arab”, komentarnya dalam sessi tanya jawab.

 


KPA Binjai dan Rektor sedang menandatangan dokumen MoU Kerjasama antara PA dan FSy

 

Dirjen menekankan bahwa hubungan antara PA dan FSy tidak dapat dipisahkan. Keterkaitan di bidang SDM dan pengembangan hukum sangatlah erat. PA dapat dijadikan laboratorium bagi para mahasiswa dan dosen FSy. Sementara FSy dapat memberikan kontribusinya dalam pengembangan PA, baik melalui pengkajian, survey, penelitian atau monitoring pelayanan. Kerjasama formal atau informal yang selama ini telah berjalan perlu terus dipelihara dan ditingkatkan. “Oleh karena itu, saya menyambut baik dan mengapresiasi atas penandatanganan MoU antara FSy IAIN SU Medan dengan PA Binjai dalam kaitan pengembangan SDM yang saling mengutungkan”, kata Dirjen.


Memang benar, setelah acara kuliyah umum, dilakukan penandatanganan MoU yang dilakukan oleh KPA Binjai dengan Dekan FSy. KPTA dan Rektor menjadi saksi. “MoU ini hanyalah formalitasnya saja, sedangkan pelaksanaan kerjasamanya telah berjalan”, kata Almihan, KPA Binjai, kepada Dirjen. “Kerjasama semacam ini perlu terus dikembangkan”, kata Dirjen kepada Soufyan Saleh, KPTA Medan yang selalu mendampingi Dirjen dalam berbagai kegiatan selama kunker di Medan ini. Melalui Badilag.net, Dirjen juga mengharapkan agar seluruh PA bersikap positif dan terbuka terhadap semua kritikan masyarakat. “Sikap positif terhadap kritik akan menjadikan kita termotivasi untuk selalu melakukan perubahan menuju perbaikan yang diharapkan”, kata Dirjen.

Jakarta l badilag.net

 

Mahkamah Agung sangat serius menegakkan disiplin aparat peradilan, khususnya hakim. Sebagai lembaga penegak hukum yang dijadikan project pilot reformasi birokrasi, MA tidak segan-segan memberikan hukuman berat kepada aparatnya yang melakukan penyimpangan. “Mahkamah Agung tidak main-main dalam menegakkan disiplin hakim dan aparat peradilan,” tandas Ketua MA, Harifin A Tumpa, saat meresmikan Gedung Sekretariat MA, dua pekan lalu. Keseriusan itu dapat dibaca dari data Badan Pengawasan MA.  Sepanjang Januari hingga Oktober 2010, MA telah menjatuhkan sanksi kepada 172 aparat peradilan.

 

Dari jumlah itu, lebih dari separuhnya adalah hakim. Mereka berjumlah 86 orang atau 52 % dari total aparat peradilan yang terkena sanksi. Hukuman disipilin kepada mereka beragam: dari ringan, sedang hingga berat. “Lima orang hakim telah dipecat karena terlibat suap, mengadili keluarga sendiri, dan berselingkuh. Mereka dibawa ke Majelis Kehormatan Hakim,” ujar Ketua MA. Sedangkan para hakim lainnya ada yang dinonpalukan, dimutasi ke daerah terpencil, serta mendapatkan teguran lisan dan tertulis. “Mereka yang terkena sanksi tunjangan remunerasinya dikurangi,” tutur Harifin.

 

Di bawah hakim, aparat peradilan yang paling banyak dikenai sanksi adalah PNS. Mereka berjumlah 24 orang. Setelah itu berturut-turut Panitera Pengganti (15), Jurusita /Jurusita Pengganti (15), Panitera/Sekretaris (13), Panitera Muda (9), Wakil Sekretaris (4), Wakil Panitera (3), pejabat struktural (2) dan CPNS (1).

Panmud Gugatan, Panmud Hukum, Panmud Permohonan dan 2 (dua) Panitera Pengganti yang baru, saat diambil sumpah

dan dilantik oleh Ketua PA Bengkayang Rustam A. Kaderi, SH.

 

 

Singkawang | pa-bengkayang.go.id

 

Pada hari Jum'at tanggal 03 Desember 2010, bertempat di ruang sidang Pengadilan Agama Bengkayang sekitar jam 14.00 WIB Ketua PA Bengkayang Rustam A. Kaderi, SH. mengambil sumpah dan melantik 3 (tiga) Panitera Muda dan 2 (dua) Panitera Pengganti yang baru. Siti Istiqoriah, S.Ag yang sebelumnya menjabat sebagai Panitera Pengganti pada PA Bengkayang sekarang telah diangkat menjadi Panitera Muda Gugatan menggantikan Masry Muslim, BA yang telah dimutasi ke PA Sambas. Kemudian Akmal, S.Ag yang dulu menjabat sebagai Panitera Muda Permohonan pada PA Bengkayang sekarang telah diangkat menjadi Panitera Muda Hukum menggantikan Rosyid Zayyat, SH., MH. yang sekarang menjabat sebagai Panitera Muda Permohonan pada PA Bengkayang.

 

Selain melantik dan mengambil sumpah Panitera Muda, Rustam A. Kaderi, SH. juga mengambil sumpah Panitera Pengganti yang baru yaitu Salbiyah, S.H.I. yang sebelumnya menjabat sebagai Jurusita Pengganti di Pengadilan Agama Pontianak dan melantik Zunaenah Zaudji sebagai Panitera Pengganti, yang baru saja dimutasi dari Pengadilan Agama Sambas.

 

Disela-sela sambutan Ketua PA Bengkayang, Rustam A. Kaderi, SH kembali menghimbau kepada para pejabat yang baru saja dilantik untuk dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin waktu dan memiliki kelakuan yang baik. Karena dari setiap sumpah yang telah diucapkan itu akan dimintai pertanggung jawabannya dihadapan Allah SWT, sehingga beliau berharap jangan sampai para pejabat yang telah diambil sumpahnya ini melanggar sendiri apa yang telah mereka ucapkan.

Ketiga Hakim baru saat diambil sumpah oleh Ketua PA Bengkayang Rustam A. Kaderi, SH

 

 

Singkawang | pa-bengkayang.go.id

 

"Salah satu tugas yang sangat penting sebelum melaksanakan tugas yang pertama sebagai hakim ialah pengambilan sumpah dan pelantikan" cetus Ketua Pengadilan Agama Bengkayang Rustam A. Kaderi, SH ketika memberikan sambutan dalam acara pengambilan sumpah dan pelantikan 3 hakim baru yang dilaksanakan pada hari Kamis 02 Desember 2010 di ruang sidang PA Bengkayang.

 

Ketiga hakim yang baru diambil sumpah dan dilantik sebelumnya bekerja di Pengadilan Sampit Kelas II yaitu Muhammad Rezani, SHI kemudian Muhammad Abduh, SHI dari Pengadilan Agama Barabai Kelas I B dan Firman Wahyudi, SHI dari Pengadilan Agama Amuntai Kelas I B.

 

Beliau berpesan kepada hakim-hakim yang baru bahwa mereka harus memberikan contoh yang baik dan jangan sampai melakukan hal-hal yang kurang berkenan karena jika sampai melanggar kode etik dan perilaku hakim, maka bisa  saja diberhentikan dengan tidak hormat.

 

Ucapan selamat juga beliau sampaikan kepada mereka yang telah diambil sumpah dan dilantik sebagai Hakim Pratama di Pengadilan Agama Bengkayang setelah mengabdi selama 2 tahun lebih sebagai Calon Hakim di Pengadilan Agama sebelumnya. Beliau berharap mereka bisa bertanggung jawab dalam melaksanakan semua tugas-tugas, tidak melanggar sumpah dan disiplin dengan setiap peraturan yang ada.

  • 01. Ucapan Selamat Hari Raya 1439 .png
  • 01. Ucapan Selamat Untuk Ketua Baru.png